Closet Mampet

Penderitaan yang sebenar-benarnya ketika perut sangat mulas tapi tidak ada tempat untuk membuang isinya. Itu ketika closetku mampat. Kamar mandi bau walaupun closet ditutup. Bagaimana tidak bau, di dalam closet menumpuk kotoran manusia (ya kotoran anakku, ya mungkin juga istriku…) yang tidak dapat digelontor ke saptictank.

Saran teman-teman yang mendengar keluh kesahku tentang closet yang mampat, katanya lebih baik diberi soda api. Jadi aku membeli soda api seperempat kg. Pinter-pinternya orang jualan, seperempat kg itu harus dibeli dalam bungkusan plastik kecil-kecil, yang jatuh harganya dua kali lipat dari harga kalau membeli langsung seperempat kg.  Tak apalah, yang penting masalah rumah tangga segera teratasi. Maka akupun tidak mempedulikan bau dan pemandangan yang bikin mual, kumasukkan soda api sesuai prosedur ke dalam closet dan setengah jam kemudian aku gocoh. Entah berapa banyak cairan dari closet menyiprat ke baju, celana, bahkan mukaku. Tak ada hasil!

Aku berpikir barangkali sedot WC bisa mengatasi ini. Akupun mencari no telp jasa sedot WC yang stikernya banyak ditempel pada tiang telepon di samping rumahku. Harga pun disepakati, bahwa petugas sedot WC akan menembak dari closet dan kemudian menyedot saptictank. Mereka pun datang, dan dengan cekatan bekerja menyedot tinja di saptictank. Tapi sekalipun saptictank sudah kosong, closet masih mampat. Kesimpulan saya, ada yang membuat saluran pembuangan mampat. Jadi sesuai kesepakatan, saya minta untuk ditembak dari closet. Tapi tiba-tiba dengan gaya mengintimidasi, petugas bilang bahwa untuk menembak harus tambah ongkos menjadi dua kali lipat. Jika tidak mau, maka tinja akan dikembalikan. Gila betul! Uang bisa dicari… tapi apa keculasan seperti ini harus dibiarkan? Akhirnya, dengan memaksa saya minta tetap untuk menembak dari closet, karena itu tujuan utama saya memanggil sedot WC, bukan untuk sedot saptictank. “Terserah kalau kamu mau mengembalikan tinjanya.” kataku.

Benar, setelah ditembak dari closet, plong … bolong salurannya. Aku minta petugas untuk menghentikan pekerjaan, tetapi orang itu tidak mau.  Dia menunggu perintah dari temannya yang mengoperasikan mobil tangki di luar. Maka akupun  ke luar, dan minta untuk menghentikan penembakan. Tapi orang itu malah pergi melihat ke saptictank, ternyata baru kusadar bahwa dia sedang memasukkan kembali tinja dari closet!

Kejengkelan menggumpal di leherku. Tapi aku berusaha menahan diri, yang penting sudah bolong salurannya. Akhirnya kubilang supaya berhenti karena tinja yang dikembalikannnya sudah melebihi yang disedot. Entah tinja orang mana yang dimasukkan ke saptictank-ku. Aku memperkirakan dalam dua atau tiga bulan lagi saptictank akan penuh. Kalau toh harus panggil jasa sedot WC, aku tidak akan menghubungi nomor itu lagi. Benar, dua bulan kemudian sudah ada tanda-tanda susah disentor. Kejengkelanku dengan jasa sedot WC membuatku harus memikirkan cara lain. Tapi apa?

Beberapa tahun lalu aku mencoba menggunakan cairan mikroba yang katanya manjur untuk mengurai tinja dengan cepat. Tetapi tidak berhasil. Secara teori benar, tapi hasilnya tidak. Bisa jadi karena mikrobanya sudah mati saat dijual? Tiba-tiba aku teringat pernah membeli cairan Bio-Triba dari temanku, Prof. Dr. Mesakh Tombe. Saat itu aku membeli sekedar untuk coba-coba menyuburkan tanah buat tanaman kembangku. Bio-TRIBA merupakan formula 4-in-1 yang berfungsi sebagai bio-pesticida, bio-dekomposer bahan organik, bio-fertiliser dan pestisida nabati hasil temuan pak Mesakh yang sudah diakui dunia internasional. Kerajaan Sabah, Malaysia telah menggunakannya secara resmi untuk pertanian mereka.

Ah, masih 3/4 liter. Aku tuang semuanya ke closet, dan memperingatkan semua anggota keluarga untuk tidak menggunakan closet selama kira-kira 12 jam, serta tidak membuang air sabun ataupun antiseptic ke closet. Esok harinya ketika kucoba untuk menyentor closet, air lebih lancar dari sebelumnya, dan dalam seminggu sudah benar-benar lancar. Kini benar-benar lancar. Dan yang lebih menyenangkan saya … sekarang saptictank tidak mengeluarkan bau kalau disentor.

Trimakasih pak Mesakh.


About these ads

2 Tanggapan

  1. Sungguh suatu pengalaman yang berharga. Kalau boleh tahu dimana bisa mendapatkan BIO Triba tsb Pak ?
    Saya tinggal di Jakarta.
    Sebelumnnya saya ucapkan terima kasih :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: